Jangan gantungkan harapanmu pada orang yg tdk selesai dengan dirinya :) |Hanya pada Allah lah tempat ku berharap | Allahumma Sholli ala sayyidina Muhammad ♡

Senin, 08 Oktober 2012

Alkaloida

ter style='text-align:center'>GOLONGAN ALKALOID

1.     PENGERTIAN
Alkaloida adalah senyawa yang mempunyai struktur heterosiklik yang mengandung atom N didalam intinya dan bersifat basa, karena itu dapat larut dalam asam-asam serta membentuk garamnya, dan umumnya mempunyai aktifitas fisiologis baik terhadap manusia ataupun hewan.

2.      SIFAT-SIFAT
1. Mengandung atom nitrogen yang umumnya berasal dari asam amino.
2. Umumnya berupa Kristal atau serbuk amorf.
3. Alkaloid yang berbentuk cair yaitu konini, nikotin dan spartein.
4. Dalam tumbuhan berada dalam bentuk bebas, dalam bentuk N-oksida atau dalam bentuk garamnya.
5. Umumnya mempunyai rasa yang pahit.
6. Alkaloid dalam bentuk bebas tidak larut dalam air, tetapi larut dalam kloroform, eter dan pelarut organik lainnya yang bersifat relative non polar.
7. Alkaloid dalam bentuk garamnya mudah larut dalam air
.8. Alkaloid bebas bersifat basa karena adanya pasangan elektron bebas pada atom N-nya.
9. Alkaloid dapat membentuk endapan dengan bentuk iodide dari Hg, Au dan logam berat lainnya (dasar untuk identifikasi alkaloid).




3.      PENGGOLONGAN
Alkaloida tidak mempunyai tatanan sistematik, oleh karena itu, suatu alkaloida dinyatakan dengan nama trivial, misalnya kuinin, morfin dan strikhnin. Hampir semua nama trivial ini berakhiran –in yang mencirikan alkaloida.

4.      KLASIFIKASI ALKALOID
  1. Berdasarkan jenis cincin heterosiklik nitrogen yang merupakan bagian dari struktur molekul.
  2. Berdasarkan jenis tumbuhan darimana alkaloida ditemukan.
  3. Berdasarkan asal-usul biogenetik.
}  Alkaloida alisiklik yang berasal dari asam-asam amino ornitin dan lisin.
}  Alkaloida aromatik jenis fenilalanin yang berasal dari fenilalanin, tirosin dan 3,4-dihidrofenilalanin.
}  Alkaloida aromatik jenis indol yang berasal dari triptofan.
}  pengelompokan alkaloid berdasarkan struktur cincin atau struktur intinya yang khas :
  1. Inti Piridin-Piperidin, misalnya lobelin, nikotin, konini dan trigonelin
  2. Inti Tropan, misalnya hiosiamin, atropine, kokain.
  3. Inti Kuinolin, misalnya kinin, kinidin
  4.  Inti Isokuinolin, misalnya papaverin, narsein
5.   Inti Indol, misalnya ergometrin dan viblastin
6.   Inti Imidazol, misalnya pilokarpin
7.   Inti Steroid, misalnya solanidin dan konesin
8.   Inti Purin, misalnya kofein.9. Amin Alkaloid, misalnya efedrin dan kolsikin

5.     Metode Isolasi Alkaloida
  1. Dengan menarik menggunakan pelarut-pelarut organik berdasarkan azas Keller.
  2. Pemurnian alkaloida dapat dilakukan dengan cara modern yaitu dengan pertukaran ion.
  3. Menyekat melalui kolom kromatografi dengan kromatografi partisi.

6.      PRINSIP
}  alkaloida yang terdapat dalam suatu bakal sebagai bentuk garam, dibebaskan dari ikatan garam tersebut menjadi alkaloida yang bebas. Untuk itu ditambahkan basa lain yang lebih kuat daripada basa alkaloida tadi. Alkaloida yang bebas tadi diekstraksi dengan menggunakan pelarut –pelarut organic misalnya Kloroform.
}  setelai alkaloida diekstraksi dengan kloroform maka harus dimurnikan lagi dengan pereaksitertentu. Diekstraksi lagi dengan kloroform. Diuapkan, lalu didapatkan sisa alkaloid baik dalam bentuk hablur maupun amorf.
}  alkaloida yang telah diekstaksi ditentukan lagi lebih lanjut.
Hal-hal yang harus diperhatikan pada ekstraksi dengan azas Keller, adalah :
}  Basa yang ditambahkan harus lebih kuat daripada alkaloida yang akan dibebaskan dari ikatan garamnya, berdasarkan reaksi pendesakan.
}  Basa yang dipakai tidak boleh terlalu kuat karena alkaloida pada umumnya kurang stabil.
Setelah bebas, alkaloida ditarik dengan pelarut organik tertentu, tergantung kelarutannya dalam pelarut organik tersebut

7.      IDENTIFIKASI
  1. Berdasarkan sifat spesifik
  2. Berdasarkan bentuk basa dan garam-nya / Pengocokan
  3. Reaksi Gugus Fungsionil
  4. Pereaksi untuk analisa lainnya

Ø    Berdasarkan sifat spesifik
Alkaloid dalam larutan HCl dengan pereaksi Mayer dan Bouchardhat membentuk endapan yang larut dalam alkohol berlebih. Protein juga memberikan endapan, tetapi tidak larut dalam dalam alkohol berlebih.

Ø  Berdasarkan bentuk basa dan garam-nya / Pengocokan
Sebaiknya pelarut yang digunakan adalah pelarut organik : eter dan kloroform. Pengocokan dilakukan pada pH : 2, 7, 10 dan 14. Sebelum pengocokan, larutan harus dibasakan dulu, biasanya menggunakan natrium hidroksida, amonia pekat, kadang-kadang digunakan natrium karbonat dan kalsium hidroksida.

Ø  Reaksi Gugus Fungsionil
ü  Gugus Amin Sekunder
ü   Gugus Metoksi
ü  Gugus Alkohol Sekunder
ü  Gugus Formilen
ü  Gugus Benzoil
ü  Reaksi GUERRT
ü  Reduksi Semu
ü  Gugus Kromofor

    Gugus Amin Sekunder
Reaksi SIMON : larutan alkaloida + 1% asetaldehid + larutan na. nitroprussida = biru-ungu.Hasil cepat ditunjukkan oleh Conilin, Pelletierin dan Cystisin.Hasil lambat ditunjukkan oleh Efedrin, Beta eucain, Emetin,Colchisin dan Physostigmin.

Gugus Metoksi
Larutan dalam Asam Sulfat + Kalium Permanganat = terjadi formaldehid, dinyatakan dengan reaksi SCHIFF. Kelebihan Kalium Permanganat dihilangkan dengan Asam Oksalat.Hasil positif untuk Brucin, Narkotin, koden, Chiksin, Kotarnin, Papaverin, Kinidin, Emetin, Tebain, dan lain-lain.

Gugus Alkohol Sekunder
Reaksi SANCHES : Alkaloida + Larutan 0,3% Vanilin dalam HCl pekat, dipanaskan diatas tangas air = merah-ungu.Hasil positif untuk Morfin, Heroin, Veratrin, Kodein, Pronin, Dionin, dan Parakonidin.
Gugus Formilen
}  Reaksi WEBER & TOLLENS
Alkaloida + larutan Floroglusin 1% dalam Asam Sulfat (1:1), panaskan = merah.
}  Reaksi LABAT
Alkaloida + Asam Gallat + asam Sulfat pekat, dipanaskan diatas tangas air = hijau-biru.Hasil positif untuk Berberin, Hidrastin, Kotarnin, Narsein, Hidrastinin, narkotin, dan Piperin.

Gugus Benzoil
}  Reaksi bau : Esterifikasi dengan alcohol + Asam Sulfat pekat = bau ester.Hasil positif untuk Kokain, Tropakain, Alipin, Stivakain, Beta eukain, dan lain-lain.

Reaksi GUERRT
}  Alkaloida didiazotasikan lalu + Beta Naftol = merah-ungu.Hasil positif untuk kokain, Atropin, Alipin, Efedrin, tropakain, Stovakain, Beta eukain, dan lain-lain.

Reduksi Semu
}  Alkaloida klorida + kalomel + sedikit air = hitamTereduksi menjadi logam raksa.Raksa (II) klorida yang terbentuk terikat dengan alkaloid sebagai kompleks.Hasil positif untuk kokain, Tropakain, Pilokarpin, Novokain, Pantokain, alipin, dan lain-lain.



Gugus Kromofor
}  Reaksi KING
Alkaloida + 4 volume Diazo A + 1 volume Diazo B + natrium Hidroksida = merah intensif.Hasil positif untuk Morfin, Kodein, Tebain dan lain-lain.

}  Reaksi SANCHEZ
Alkaloida + p-nitrodiazobenzol (p-nitroanilin + Natrium Nitrit + Natrium Hidrolsida) = ungu kemudian jingga.Hasil positif untuk alkaloida opium kecuali Tebain, Emetin, Kinin, kinidin setelah dimasak dengan Asam Sulfat 75%.

8.     Pereaksi untuk analisa lainnya
}  Iodium-asam hidroklorida
Merupakan pereaksi untuk golongan Xanthin. Digunakan untuk pereaksi penyemprot pada lempeng KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dimana akan memberikan hasil dengan noda ungu-biru sampai coklat merah.

}  Iodoplatinat
Pereaksi untuk alkaloid, juga sebagai pereaksi penyemprot pada Lempeng KLT dimana hasilnya alkaloid akan tampak sebagai noda ungu sampai biru-kelabu.

}  Pereaksi Meyer (Larutan kalium Tetraiodomerkurat)
Merupakan pereaksi pengendap untuk alkaloid.





9. GUNA ALKALOID
1. Salah satu pendapat yang dikemukakan pertama kali, sekarang tidak dianut lagi, ialah bahwa alkaloid berfungsi sebagai hasil buangan nitrogen seperti urea dan asam urat hewan.
2. Beberapa alkaloid mungkin bertindak sebagai tendon penyimpanan nitrogen meskipun banyak alkaloid ditimbun dan tidak mengalami metabolisme lebih lanjut meskipun sangat kekurangan nitrogen.
3. Pada beberapa kasus, alkaloid dapat melindungi tumbuhan dari serangan parasit atau pemangsa tumbuhan. Meskipun dalam beberapa peristiwa bukti yang mendukung fungsi ini tidak dikemukakan, ini barangkali merupakan konsep yang direka-reka dan bersifat “manusia sentries”.
4. Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur tumbuh karena segi struktur, beberapa alkaloid menyerupai pengatur tumbuh. Beberapa alkaloid merangsang perkecambahan, yang lainnya menghambat.
5. Semula disarankan oleh Liebig bahwa alkaloid, karena sebagian bersifat basa, dapat mengganti basa mineral dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam tumbuhan. Sejalandengan saran ini, pengamatan menunjukkan bahwa pelolohan nikotina ke dalam biakan akar tembakau meningkatkan ambilan nitrat. Alkaloid dapat pula berfungsi dengan cara pertukaran dengan kation tanah.

Contoh Tanaman Yang Mengandung Alkaloida
}  Biji Pinang(Areca cathecu) jenis alkoloid : Arekolina, kadar: Min 0,4% arekolina 
}  Kulit Kina (Chinchona succirubra) jenis alkoloid :Kuinina , kadar: Min 6,5% kuinina
}  Daun Belladona(Atropa belladonna) jenis alkoloid :Hiosiamin ,kadar: Min.
}  Akar Rauwolfia(Rauwolfia serpentina) jenis alkoloid:Reserpin,kadar: 0,04-0,05%
}  Reserpina Kecubung (Datura stramonium)jenis alkoloid:Hiosiamin,kadar: Min. 0,3% Hiosiamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar